Mengeritik Boleh Arif dan Bijaksana Harus
MENGERITIK BOLEH
ARIF DAN BIJAKSANA HARUS
Negara Republik Indonesia kini bagaikan kapal yang terombang ambing
di tengah badai,Rancangan Kitab Undang – Undang Hukum Pidana ( RKUHP ) kini
menjadi sebuah trending topic ,banyak rakyat yang turun berunjuk rasa untuk
menyampaikan aspirasi mereka .
Akan tetapi disaat seperti inilah masyarakat khusunya warganet ,
reporter dan media media yang lainya harus benar benar bijak dalam mengambil
sebuah keputusan .Sudah menjadi kewjajiban media komunikasi menjembati /
menyebarluskan berita yang ada , tetapi dalam mengambil berita harus memang
benar – benar memilah dan memilih mana yang harus diberitakan ke media ataupun
ke masyarakat.
Demokrasi adalah bentuk ciri salah satu sistim Negara Kesatuan
Republik Indonesia.Dan ini adalah hak setiap warga untuk menyampaikan aspirasinya.Kita
harus berfikir secara positif dan penuh dengan logika,kita bukanlah binatang
yang selalu kesana kemari mengikuti arah angin yang tanpa jelas arahnya . Orang
yang berdemokrasi, bertriak - triak janganlah di anggap negative itu adalah
sebuah tindakan yang benar atas ketidak sepakatanya terhadap RKUHP yang dibuat
oleh DPR RI .
Rakyat yang berunjuk rasa janganlah disambut dengan kekerasan,
sambutlah dengan santun dengan berdialog dan diskusi bersama antara rakyat
dengan anggota pemerintahan guna terjalinnya ikatan yang saling merajut
kemajuaan bangsa tercinta kita demi terwujudnya بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ sudah menjadi sebuah kodrat manusia ingin
memiliki tempat tinggal yang nyaman dan damai dengan aturan aturan tertentu .
Hakikat
baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur adalah keadaan negeri yang menjadi
dambaan dan impian seluruh manusia. Yaitu sebuah negeri yang memiliki gambaran
sebagai berikut.
• Negeri yang selaras antara kebaikan alam dan kebaikan
perilaku penduduknya.
• Negeri yang penduduknya subur dan makmur, namun tidak lupa untuk bersyukur.
• Negeri yang seimbang antara kebaikan jasmani dan rohani penduduknya.
• Negeri yang aman dari musuh, baik dari dalam maupun dari luar.
• Negeri yang maju, baik dalam hal ilmu agama maupun ilmu dunianya.
• Negeri dengan penguasa yang adil dan shalih, dan penduduk yang hormat dan patuh.
• Negeri yang di dalamnya terjalin hubungan yang harmonis antara pemimpin dan masyarakatnya, yaitu dengan terwujudnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
• Negeri yang penduduknya subur dan makmur, namun tidak lupa untuk bersyukur.
• Negeri yang seimbang antara kebaikan jasmani dan rohani penduduknya.
• Negeri yang aman dari musuh, baik dari dalam maupun dari luar.
• Negeri yang maju, baik dalam hal ilmu agama maupun ilmu dunianya.
• Negeri dengan penguasa yang adil dan shalih, dan penduduk yang hormat dan patuh.
• Negeri yang di dalamnya terjalin hubungan yang harmonis antara pemimpin dan masyarakatnya, yaitu dengan terwujudnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Namun,
terbentuknya keadaan negeri “impian” ini tidak semudah membalik tangan. Karena
negeri “impian” ini merupakan sesuatu yang istimewa, tentu memerlukan
perjuangan dan usaha keras dalam mewujudkannya. Bahkan perjuangan dan usaha keras
saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi pula dengan ilmu – ilmu yang
luas,aqidah yang kokoh,akhlak yang baik.
Dalam
kedua pihak ( masyarakat & polisi ) harus saling memahami situasi dan
kondisi,sebagai rakyat kita harus menghargai mereka yang telah susah payah
memikirkan matang matang demi mewujudkan Negara yang di dambangkan semua
manusia ,dan berunjuk rasa tidak dengan kekerasan ,meruska fasilitas Negara dan
sebagainya karena fasilitas Negara adalah juga termasuk kebutuhan kita, jika
fasilitas tersebut rusak dan berkurang maka nerkuranglahpula fasilits dan
kenyamanan masyarakat. Begitupula sebaliknya aparat keamanan dan anggota
pemerintahan juga harus menghargai mereka yang sedang berunjuk rasa di luar
gedung ,rela berpanas – pansan untuk menyampaikan aspirasi & argumen mereka
.Tentunya jika ingin menciptakan demokrasi yang kondusif tak liput dari apa
yang namanya media yang setiap detiknya melipu dan mengabarkan berita di tempat
kejadian harus benar – benar memilah dan memilih mana yang cocok untuk di
beritakan.
Mari
berfikirlah dengan menggunakan akal yang berlandaskan dengan ilmu pengetahuan
yang berlandaskan dengan agama dan moral.Jadilah seperti air yang selalu
menjadi sumber kehidupan bagi setiap makhluk, menyejukkan keadaan dan
menentrampkan qolbu dan fikiran. (M.Kamilul Hija )
Komentar
Posting Komentar