Bekerja Tampa Pamrih
Bekerja Tanpa Pamrih
KEDIRI , 28 Agustus,
mengatur lalu lintas adalah sebuah pekerjaan yang mulia, karena bertujuan untuk
menertibkan alur lalu lintas supaya tertib dan aman.Di Jl. KH.Wachid Hasyim, tepatnya di pasar bandar dikejutkan oleh
seorang yang melayani masyarakat setempat dengan mengatur lalu lintas dengan
tampa imbalan sepesrpun.
Pekerjaan yang
setiap hari dimulai dari jam 04.00 pagi sampai jam 20.00 pasti memeras keringat
dan tenaga yang banyak.Bekerja setiap hari tanpa adanya hari libur tidak
membuat Bapak Rayan Ndaru atau dikenal dengan ‘satapam pasar’ ini tidak membuat
pantang menyerah dan terus semangat demi terwumjudnya kehiudpan yang tertib dan
nyaman.
‘‘Bekerja seperti
ini saya dengan iklash tanpa imbalan apapun’’ ujar Bapak Satpam Pasar.Kemudian
beliau meneruskan perkatannya “ saya bekerja seperti ikhlas atanpa pamrih,
tampa diprintah siapapun , inisiatif sendiri , saya bekerja untuk khalayak umum
, melayani masyarakat .’’
‘Beliau bekerja
semenjak Tahun 2014 ,meminta izin ke Kapolres Bandar untuk menjadi satpam dan
mengatur alur lalu lintas setempat dan beliau mendapatkan izin dari Kapolres
setempat, karena pekerjan tersebut
sangatlah membantu untuk mewujdkan lalu
lintas yang nyaman dan tertib. Namun, semenjak pertamakali menjadi satpam
beliau tidak mendapatkan surat tugas ( Surat Keterangan ) dari pemerintah
setempat .
Usaha yang beliau
lakukan sangat mengundang simpati masyarakat setempat, gaji yang tampa dia
peroleh dari pemerintah tidak membuat dirinya patah semangat,justru menjadai
simpati untuk masyarakat sekitar untuk memberinya secercah uang mereka dan
makanan.’’Walaupun tidak memilki surat tugas saya akan tetap berjuang dan
bekerja dengan ikhlas untuk menertibkan lalu lintas supaya berjalan dengan
lancar ‘’. Ujar Bapak Satpam.
Walaupun banyak
pengendara sekitar yang melanggar peraturan lalu lintas , seperti melawan arus,
dan tidak menggunakan helem beliau tetap inisiatif untuk menegurnya dan
menertibkan lalu lintas.
Prinsip beliau
ialah ‘’Walaupun seseorang berkata apa ( negatif ) bagi kita, yang penting itu
benar tetaplah semngat untuk menjalankan pekerjaan tersebuat dan berjuang
dengan ikhlas tampa pamrih.
“Jangan sampai
melanggar arus lalu lintas , patuhi rambu – rambu lalu lontas agar selamat
sampai tujuan “.Itulah pesan dari Bapak Rayan Ndaru.(Miel)

Banyak sekali ke typo an dalam berita tersebut. Coba deh di koreksi lagi. Tapi di maklum lah. Manusiawi. Sekedar presepsi dari saya nggeh? Supaya lebih baik untuk kedepannya.😊
BalasHapusowh iyaa mas..makash atas informasinya..maklum kurang fokus,,,,
Hapus